Teknik UIM – Dalam pendidikan tinggi, diwajibkan bagi seluruh dosen untuk melaksanakan aktivitas tri dharma. Dimana salah satunya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mendorong pelaksanaannya, pemerintah menggelar Program Kosabangsa.
Melalui program ini, pemerintah ingin mendorong setiap PT di Indonesia baik PTN maupun PTS untuk berkolaborasi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Sehingga bisa meningkatkan manfaat kehadiran PT di tengah masyarakat. Berikut penjelasan mengenai programnya.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali, DR. Ir. Saripuddin Muddin. ST. MT terpilih menjadi salah satu tim pendamping kosabangsa Diktiristek. Ketua LP2M UIM dimasanya ini berharap penelitian mahasiswa dan dosen memberikan dampak yang nyata dimasyarakat.
Penelitian mahasiswa dan dosen seharusnya memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, saat ini banyak penelitian mahasiswa dan dosen yang lahir di perguruan tinggi khususnya di FT UIM Al-Gazali, yang harus memberikan dampak langsung kemasyarakat khususnya penelitian dibidang energi terbarukan. Ujar Saripuddin Muddin.
Program Kosabangsa merupakan program pendanaan dari Ditjen Diktiristek melalui DRTPM untuk menjembatani kolaborasi dalam pengembangan dan penerapan IPTEKS yang dihasilkan oleh perguruan tinggi untuk dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan masyarakat. Secara khusus Program Kosabangsa memprioritaskan wilayah daerah tertinggal serta wilayah prioritas kemiskinan ekstrem yang kemudian disebut wilayah prioritas Kosabangsa.
Program Kosabangsa dilaksanakan dalam jangka waktu kegiatan maksimal 8 (delapan) bulan. Program Kosabangsa memprioritaskan 4 (empat) bidang fokus, yakni ketahanan pangan, kemandirian kesehatan, energi baru terbarukan, dan kemandirian ekonomi.
Program Kosabangsa memiliki kepanjangan Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat. Dalam program ini disediakan pendanaan dari pemerintah melalui Kemendikbud Ristek untuk mendukung kegiatan pengabdian secara kolaboratif.
Sehingga program ini sendiri termasuk program pendanaan dari pemerintah untuk mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hanya saja, diberikan tidak untuk perguruan tinggi secara tunggal melainkan secara kolaboratif.
Dalam pelaksanaannya, diharapkan perguruan tinggi dengan klaster unggul seperti Mandiri bisa berkolaborasi menjalankan program-program pengabdian bersama perguruan tinggi di klaster di bawahnya seperti Madya, Pratama, dan Binaan. Khususnya perguruan tinggi Binaan, baik PTN maupun PTS.
Dalam proses sosialisasi mengenai program Kosabangsa dijelaskan bahwa program ini merupakan program khusus untuk mendorong kegiatan pengabdian. Sementara untuk kegiatan penelitian kolaborasi akan disediakan program khusus lainnya.
Kedepan mahasiswa dan dosen di FT UIM Al-Gazali harus memiliki roadmap penelitian, sehingga arah penelitian kita di FT UIM Al-Gazali lebih terarah, kuhususnya dibidang energi terbarukan. Ujar Ketua LP2M UIM dimasanya. (*)
